After 1 year using smart phone i just realised that now blogging can be done wherever I'm as long as my phone battery has enough power.
I had been absent blogging for almost two years. Many things happened, laughters and tears, quiet and busy moments (the second one dominates my days).
I'm in the mid of struggles, lots of decisions to take, bunch of worries in my heart, and still striving to learn trusting God in any sircumstances, in any risk that may appear.
Many events ahead.. Can't wait for them to come. But this November reminds me, time flies, very fast, in blinks of your eyes. Let's every moment won't be wasted by excluding God in your life.
*on the bus riding home
Be strong be light ...
Friday, November 18, 2011
Sunday, November 29, 2009
Bagaimana bertahan?
Jika semua orang tidaklah sempurna, dan tak akan menjadi sempurna. Bukankah ide kebahagiaan tak akan terwujud dalam dunia yang nyata. Bahkan, cenderung untuk menyakiti, dan kita terus kecewa. "kesabaranku akan segera habis" , "berapa kali lagi aku harus terus mengalah?", "mengapa selalu saya? bukan yang lain?", "cukup sudah", dan tak tau berapa banyak macam lagi kata-kata seperti ini akan terus terucap ...

Tapi menjadi malu aku, ketika mengingat teladan sang Anak Manusia, sang Teladan yang tekun dan setia sampai mati.
Dia yang berkata "kasihilah musuhmu" bukan saja orang-orang yang mengasihimu, dan "berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu" bukan mengumpat atau menyumpahi mereka.
Dialah yang berdoa "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi jangan seperti yang kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki" bahkan berpeluh darah dalam perjalananNya menuju Golgota, dan berkata "Sudah Selesai" ...
Dia yang sudah menang berperang dengan dosa, membuat sengat kematian tak lagi menakutkan, dan memberi pengharapan bagi mereka yang memberi diri, hidup dalam Dia. Dialah yang menjadi sumber, untuk tetap mengasihi mereka yang membenci, untuk bejuang melawan pencobaan, tekun menjalani ujian, dan memaknai setiap detik kehidupan yang sementara ini, dengan bahagia kekal tiada tara.
Tuesday, November 3, 2009
Options
wish I have extra 3 hours a day, so I do not need to choose what I should not do... but it is impossible, so I need extra wisdom to choose some and a heart to let others go..
Monday, October 12, 2009
Alasan
Apa alasan untuk memaafkan?
jika mereka tak segan, menusuk dari depan..
Apa alasan untuk menunggu?
jika mereka tak lalu, menghindar selalu..
Apa alasan untuk berharap?
jika mereka tak tanggap, jika mereka terlelap..
Apa alasan untuk bertahan?
jika pegangan, hanya sebatang dahan..
Apa alasan untuk berjuang?
jika lelah berperang, musuh tinggal seberang..
Semua kar'na Dia, yang karenaNya aku bisa terbebas ...
ku bersuka cita, jika kamu mengerti, suka citaku ini..
Tuesday, September 15, 2009
Lift: "going down.."
This story start one day,
after I end my tuition session in a HDB building.
The student's house is located at level 4. As soon as I finished the session, I walked out from his house toward lifts that are located in the middle of that floor.
I pressed the "going down" button, and concentrated in replying some sms-es.
Some how, I heard "going down..." but when I lift up my head, there is no lift-door opened in front of me. I thought,"it should be at the other floor" ...
But surprisingly, I noticed the "going down" button is not red anymore.
At that time I just realized.. that I missed the lift door that opened.. behind me =_=..
***human tends to be like this.. keep waiting for the doors in front..***
and missed the opened door behind... hear the "going down..".. but realized after the door closed...
often we ask God, "why these doors seems always closed, and opened for others upstairs..??",
maybe the answer is similar to my Lift experience..
Wednesday, April 29, 2009
Kepala berantakan
ku tak bisa menjawab "Mengapa?"
kamarku berantakan. Mengapa?
kotak itu tidak dipindahkan dari sana. Mengapa?
koper itu tetap saja ada di sana tak beraturan. Mengapa?
buku-buku tak beraturan di sana sini. Mengapa?
rak buku tak terurus. Mengapa?
meja belajar seperti 'kapal pecah'. Mengapa?
barang 'ga penting' tidak dibuang. Mengapa?
lemari pakaian/pendingin sama saja. Mengapa?
dari sudut manapun tak ada bagusnya. Mengapa?
hanya ku bisa bertanya "Mengapa?"
harus ada yang dibuang,
harus ada yang disimpan,
harus ada yang dirapihkan ...
Monday, April 13, 2009
Kerikil di depan pintu sekolah

kata seseorang:
(parafrase)
"kalau hidup terlalu enak, keluarga kaya, ga pernah hidup susah.. minta Tuhan supaya kasih kesulitan dan penderitaan, biar kita bisa dikasih kebijaksanaan dari pengalaman2 berharaga tersebut..."
applied to myself..
Hidup di singapur sudah terlalu enak, segala sesuatu tersedia dgn tingkat certainty yg tingggi..
antara pasti susah, ataupu pasti mudah. Semuanya lebih terprediksi.
Orang2 sekeliling juga lebih terprediksi.
Kalau sekarang datang kondisi yg tidak pasti , orang yg tak pasti, semua susah diprediksi..
maka saya harusnya bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar bersabar.
Karna hidup setelah lulus (kerja, dst..) tidak akan semulus lagi seperti ketika masi sekolah.
Banyak ketidakpastian, batu2 kerikil.
Tapi hidup akan terus berjalan seperti itu, mungkin lebih sulit..
Bagaimana jalan yang akan kita lewati tidaklah penting.
Bagaimana kita menghadapinya, itu lebih penting.
Kepada siapa kita bersandar, itulah yang terpenting =)
Subscribe to:
Posts (Atom)
